Dear, Rendi Wijaya

Kita bertemu, pada suatu momen yang tak pernah kuduga. Kita memulai segalanya dengan sebuah percakapan ringan, aku demam tinggi, kamu datang. Kita berbincang lebih sering dan lebih lama setelahnya.Aku ini aneh, rumit dan amat sulit dimengerti. Kamu paham itu, tapi dengan tabah belajar memahami. Kita saling belajar membaca, seperti anak kecil yang mengeja hingga perlahan … More Dear, Rendi Wijaya